raden nuh

Lima Perempuan Korban Sitok Srengenge

Posted On 17 Feb, 2014 – By tikusmerah1 –
Oleh: Ubaidilah Muchtar

Dari mana datangnya Sitok?

Sitok datang dari penjara yang gelap. Sitok harus dipenjara. Dosanya: ia memerkosa seorang gadis (22 tahun) yang sedang menempuh pendidikan, mahasiswi Universitas Indonesia (UI). Gadis itu hamil. Kehamilan yang tidak diinginkannya. Ia hanya ingin menuntaskan kuliahnya. Menyelesaikan tugas akhirnya. Ia hanya ingin lekas mendapatkan kelulusan. Keinginannya mempersembahkan kebanggaan bagi orang tuanya—seorang guru di Jakarta—dengan kesarjanaannya.

Gadis itu tak bisa dibungkam. Pada akhirnya ia bangkit. Gadis itu seperti juga rakyat yang tertekan akan menuntut harga bagi tindakan yang secara permanen merendahkan martabat manusia. Harga yang pantas bagi Sitok, si pemerkosa tak lain: penjara.

Sitok, penyair itu memang memiliki magnet. Demikian sebuah kesan datang dari Kota Kembang. Kesan dari seorang penyair perempuan. Sitok, menurutnya, pandai mengelabui perempuan. Perempuan yang berniat menjadi penyair. Memanfaatkan kuasa. Kuasa sebagai curator Komunitas Salihara. Salihara yang…

Lihat pos aslinya 1.771 kata lagi