Tag

, , , ,

image

Ketika Anas Urbaningrum dipastikan menjadi tahanan KPK pada hari Jumat, 10 Januari 2014, tiba – tiba sejenak saya tertegun. Terbayang di mata saya bagaimana Anas melalui masa – masa getir selama dua tahun menghadapi segala macam fitnah menyerang dirinya dari segala arah dan penjuru. “Kini dia telah siap menempuh babak baru kehidupan yang telah ditunggu – tunggunya dengan segala risiko dan konsekwensinya”, bisik batinku lirih.

Anas Urbaningrum adalah sosok yang penuh misteri, setidaknya bagi saya pribadi. Banyak keputusannya yang tak terduga dan sulit dicerna logika, juga ketika Anas memilih dipaksa menjadi seorang tersangka oleh KPK karena teguh dengan prinsip dan sikapnya menolak mengundurkan diri sebagai ketua umum Partai Demokrat meski tekanan dan desakan sangat dahsyat terus menerus selama dua tahun menerpa dirinya.

Sungguh sangat mengherankan, Anas tetap tidak bersedia mundur walau ancaman menjadikannya sebagai tersangka sudah disampaikan dengan begitu vulgar dan nyata. Anas dijanjikan tidak akan menjadi tersangka, bilamana dia bersedia mundur sesuai keinginan Presiden SBY. Tetapi, Anas malah memilih ditersangkakan oleh KPK dan baru setelah tersangka, dia menyatakan berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Entah apa yang menjadi dasar pemikiran Anas mengambil sikap seperti itu. Entah prinsip apa yang sedang dia pegang teguh. Jika Anas bermaksud untuk memaksa Presiden SBY menggunakan kekuasaannya untuk menekan KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka, maksud Anas itu telah tercapai. Jika tujuan Anas adalah memaksa Presiden SBY menzalimi dirinya melalui tangan KPK, tujuan itu sudah tercapai. Namun, untuk apakah semua itu bagi seorang Anas Urbaningrum ? Apakah ingin menunjukan kepada rakyat tentang siapa sesungguhnya SBY ? Atau Anas ingin melihat kuasa Allah yang akan tiba menimpa pemimpin yang zalim dan munafik sebagaimana yang dijanjikanNya ? Entahlah …

Anas Urbaningrum bagi saya adalah sebuah misteri. Jika Anas ingin mempertanyakan penetapan status tersangkanya melalui pasal “dan lain – lain” yang tidak dikenal dalam KUHAP dan melanggar hukum itu, kenapa tidak dilakukannya pra peradilan saat penetapan dirinya sebagai tersangka ? Kenapa Anas seolah – olah memberikan kesempatan sebesar – besarnya bagi KPK dan Presiden SBY untuk menzaliminya selama ini ? Apa yang kau cari Anas ?

Anas Urbaningrum adalah sebuah misteri ketika saya mengetahui persis bahwa ada rahasia besar tersimpan yang sebenarnya mungkin saja dapat menyelamatkan dirinya atau membebaskannya dari belenggu penzaliman Presiden SBY dan KPK. Anas mungkin saja banyak mengetahui rahasia besar kemenangan Partai Demokrat dan SBY pada pemilu dan pilpres 2009 lalu. Anas mungkin saja banyak mengetahui rahasia besar SBY dan atau keluarga SBY yang dapat dijadikannya sebagai senjata pamungkas. Anas mungkin saja mengetahui sesuatu yang kita tidak tahu dan itu berguna untuk pembelaan dirinya. Namun kenapa Anas tidak melakukan semua itu ? Atau kan dia menunggu akan menyampaikan semua itu dalam pembelaan yang disampaikannya di depan majelis hakim Tipikor nanti ?

Anas Urbaningrum adalah sebuah misteri. Dia seperti seekor kijang yang mendatangi pemburu, atau seperti ikan yang memakan kail umpan seorang pemancing ? Apa yang kau cari Anas ?

Dua tahun lamanya seorang anak manusia bernama Anas tegar menghadapi tsunami fitnah, serbuan opini dan badai caci maki. Anas tetap tegar bertahan. Anas tidak pernah membalas semua kezaliman itu dengan kezaliman. Sebaliknya Anas menunjukan pembelaan diri melalui cara yang santun, lembut atau sesekali dengan sindirin yang kadang kala sulit dipahami maknanya oleh masyarakat awam. Anas tidak pernah mengucapkan kata – kata kasar, kotor, umpatan apalagi makian. Anas tampil dengan sosok terhormat dan elegan. Dia tidak pernah mau mengotori dirinya dengan ucapan, perbuatan atau sikap yang mencerminkan dirinya sama dan serupa dengan para musuh atau penyerangnya.

Selama dua tahun Anas dizalimi fitnah, tidak pernah Anas membalasnya dengan tuduhan tuduhan korupsi pada SBY, Ani SBY, Ibas, atau kepada keluarga besar Cikeas seperti Wiwiek Wibowo, Gatot Sowondo, Edhie Hartanto, Widodo Wahyu Sasongko, Bunda Putri Sylvia Soleha dan seterusnya.

Selama dua tahu Anas dihujat dan dicaci maki, tak terbersit dalam pikirannya membuka aib Presiden SBY dan keluarga besarnya. Tak pernah Anas mengungkap praktek kotor dan kecurangan pemilu dan pilpres 2009 yang diketahuinya.

Luar biasa kuat mental dan karakter Anas yang dapat kita saksikan selama masa jahiliyah itu. Tidak banyak orang yang sanggup menghadapi dan mengalami serangan dahsyat seperti yang dihadapi Anas. Mungkin karakter kuat yang dimiliki Anas hanya dapat kita temukan pada sosok diri pejuang kemerdekaan atau the founding fathers republik ini.

Seluruh rakyat Indonesia menyaksikan bagaimana Anas menghadapi cercaan, fitnah, hujatan, makian, ancaman, cemohoan, ejekan, tuduhan dan seterusnya dan sejenisnya, secara langsung atau melalui media massa yang datang silih berganti tiada henti selama dua tahun terakhir ini. Namun, Anas bergeming. Kokoh seperti batu karang yang diterjang ombak di lautan. Seolah – olah Anas mengajarkan kita semua bagaimana cara bersikap terbaik ketika menghadapi perlakuan penguasa yang zalim dan munafik.

Karakter teguh, tegar, konsisten dan tetap mempertahankan prinsip seperti yang ditunjukan Anas benar – benar sulit ditemukan dalam sosok para pemimpin bangsa saat ini. Keberaniannya menantang kezaliman dan kemunafikan SBY dengan segala kekuasaan dan kewenangannya selaku presiden , mengundang tanya dan takjub sekaligus misteri yang belum terjawab.

Saya bukanlah orang yang dekat secara pribadi dengan Anas Urbaningrum. Selama hidup, saya tidak lebih 10 kali bertemu bertatap muka langsung dengan Anas. Bahkan, dalam 3 tahun terakhir ini, hanya sekali saya dapat menemui dirinya dan itu pun di sela – sela acara deklarasi Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di Rumah Pergerakan beberapa bulan yang lalu. Sejujurnya, saya lebih banyak berhubungan dan berkomunikasi secara batin dengan Anas Urbaningrum.

Di mata saya, dan sepengetahuan saya, Anas adalah pribadi yang luar biasa. Penzaliman yang dihadapinya dari KPK atas perintah penguasa negeri ini ternyata menjadi pelajaran hidup penuh makna yang membuatnya semakin matang dan dewasa, menghasilkan kesempurnaan karakternya sebagai manusia, kader, pemimpin dan negarawan. Mungkin, bangsa dan negara Indonesia yang carut marut, rusak parah akibat ulah mafia di semua sektor kehidupan bangsa ini, membutuhkan sosok pemimpin sejati seperti seorang Anas Urbaningrum.

Bagaimana kisah selanjutnya tentang anak manusia bernama Anas Urbaningrum dalam menghadapi konspirasi keji penguasa, KPK dan elit politik Indonesia ? Apakah dia mampu mengalahkan para setan durjana yang tertawa terbahak di atas penderitaan manusia ? Apakah Allah SWT akan menuntunnya meraih kemenangan dan mempersembahkan kemenangan itu untuk seluruh rakyat Indonesia dan mengajarkan kita semua tentang makna kebenaran yang sesungguhnya ? Wallahualam bissawab..

Sebagai seorang sahabat, saya hanya dapat mengucapkan : “Selamat menempuh hidup baru Bung Anas. Doaku selalu menyertaimu, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Tahu senantiasa melindungi dirimu dan keluargamu..aamiin ..aamiiin ya rabbil alamiin.