Tag

, , , , , , , ,

image

Sudah begitu jelas terang benderang perilaku korupsi Dahlan Iskan yang merugikan negara triliunan rupiah. Sudah banyak jejak tangan kotornya di mana – mana, tetapi Presiden SBY tetap tidak melakukan tindakan apapun seolah – oleh republik ini tidak punya presiden. Negara autopilot atau yatim piatu.

Catatan kriminal Dahlan Iskan memiliki sejarah panjang sejak awal karirnya di Majalah TEMPO, Harian Jawa Pos, selaku Direktur Utama BUMD PT. Panca Wira Usaha Jatim, Dirut Perusda Kelistrikan Kaltim, Dirut PT. Cahaya Fajar Kaltim, Dirut BUMN PT. PLN, hingga sebagai Menteri BUMN RI. Dahlan Iskan melakukan kejahatan penggelapan, pemalsuan, penipuan, dan korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah.

Karakter korup dan khianat pada Dahlan Iskan sudah dimulai sejak dia mengganti tanggal kelahirannya sendiri. Dengan alasan lupa, Dahlan mengaku 17 Agustus 1951. Awalnya dulu Dahlan Iskan juga mengaku sebagai alumnus IAIN Sunan Ampel Cabang Samarinda, lalu dia ubah pengakuannya dengan sebut dia drop out pada semester V.

Diawali dengan pengkhianatannya pada Eric Samola, Dirut PT. Grafiti Pers, yang membeli Harian Jawa Pos pada tahun 1982 menunjuk Dahlan Iskan sebagai Dirut di Jawa Pos. Dahlan adalah wartawan Tempo perwakilan Surabaya. Keberhasilannya meliput musibah tenggelamnnga KM Tampomas II di perairan Masalembo mengesankan Eric Samola, dan mengangkat Dahlan menjadi pengelola Harian Jawa Pos di Surabaya.

Selain dimiliki PT. Grafiti Pers, Eric Samola selaku pribadi adalah pemilik 20% saham Jawa Pos. Mereka berdua bahu membahu membesarkan Jawa Pos. Eric menjadi guru, mentor dan sahabat bagi Dahlan selama bertahun – tahun, termasuk ketika Eric Samola terserang stroke, dia tetap mengajari Dahlan berbisnis meski dengan komunikasi isyarat. Kedekatan Eric dan Dahlan ini dituangkannya dalam artikel berjudul “Seperti Anak Sulung Eric Samola” dan buku biografi Eric Samola berjudul “Warisan Go Samola”, yang mengungkapkan bagaimana peran dan jasa Eric terhadap Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan awalnya hanya profesional di Jawa Pos, bukan pemegang saham. Saham Jawa Pos dimiliki PT. Gratifi Pers dengan komposisi kepemilikan saham : PT Gratifi Pers 40%, Eric Samola 20%, Keluarga Eric Samola 20%, direksi GP 20% (Gunawan Muhammad, Harjoko Trisnadi, Lukman Setiawan dan Fikri Jufri masing- masing 5%). Ketika Eric kena stroke, dia sisihkan 2.4% saham pribadinya untuk Dahlan Iskan dan 1.2% untuk Tarjanto asisten pribadi Eric Samola.

Stroke yang diderita Eric tidak memungkinnya untuk terus aktif sebagai dirut, dia mundur pada tahun 2000. Setelah Eric mundur dari jabatan Dirut Jawa Pos Pos Grup, secara diam – diam dengan kelicikannya Dahlan menggelapkan saham Eric dan keluarganya di Jawa Pos Grup. Akte Notaris aspal (asli tapi palsu) diterbitkan seolah – olah ada peralihan atau jual beli saham Eric dan keluarganya kepada Dahlan Iskan.

Begitu kecewa dan sakit hatinya Eric Samola atas pengkhianatan Dahlan Iskan terhadap dirinya dan keluarganya, sehingga ketika dia terbaring sakit menjelang ajal di RS Mount Elizabeth Singapore, Eric dan kelurganya melarang Dahlan membesoeknya. Bahkan dalam wasiat kematiannya, 10 oktober 2000, Eric menuliskan larangan Dahlan Iskan melayat, menghadiri pemakaman dan menziarahi kuburan / makammnya. Perbuatan Dahlan terhadap Eric Samola seperti kata pepatah : Air Susu Dibalas Air Tuba (racun). Jasa besar dan budi kebaikan Eric Samola dan keluarga dibalas Dahlan Iskan dnegan pengkhianatan dan tikaman ke jantung mereka. Keji dan biadab.

Dalam buku biografi mengenai Majalah TEMPO berjudul “The Wars Within” karya Prof. Janet Steele dari George Washington University, Amerika Serikat, TEMPO digambarkan sebagai sebuah padepokan yang berhasil menggembleng para wartawannya hingga para alumninya sukses menjadi pelaku utama industri media / pers. Semua contoh nama disebutkan kecuali Dahlan Iskan yang dianggap sebagai anak durhaka dan pengkhianat oleh keluarga besar TEMPO.

Perilaku khianat, penipu, kriminal dan munafik Dahlan Iskan terjadi ketika dirinya sebagai Direktur Jawa Pos dan selingkuhannya menggelapkan uang Rp. 1.7 miliar sumbangan dana bantuan bencana gempa dan tsunami Maumere – Sikka, NTT pada tahun 1993.

image image

Penggelapan uang sumbangan bencana dari pembaca Jawa Pos juga dilakukan Dahlan Iskan dan Nany Widjaja (wartawati Jawa Pos, pacar gelap Dahlan, sekarang istri ketiga dan direktur di Jawa Pos Grup) pada uang sumbangan pembaca untuk korban bencana gempa / tsunami Aceh – Nias, Yogya – Bantul dan Wasior – Papua. Begitu tega manusia bernama Dahlan Iskan ini menari – nari senang di atas penderitaan dan kutukan rakyat korban bencana.

Pada tahun 2002 Dahlan Iskan tega menipu Suwarna Abdul Fatah Gubernur Kalimantan Timur dengan bujur rayu agar mendirikan BUMD Kelistrikan Kaltim. Dahlan berbohong mengenai reputasi dan pendidikannya. Setelah Dahlan berhasil menggelapkan aset tanah dan bangunan BUMD Jawa Timur senilai ratusan miliar, dia mencoba hal yang sama di Kaltim. Dahlan yang hanya almnus Aliyah (SMA) mengaku doktorandus (Drs) dari IAIN Sunan Ampel Cabang Sanarinda, mengaku punya pengalaman bangun dan kelola pembangkit listrik dan menjanjikan investasinya Rp. 60 miliar di PLTU Embalut yang akan dibangun bersama Pemda Kaltim.

Ternyata semua ucapan Dahlan Iskan itu bohong besar. Dahlan sukses korupsi uang APBD Kaltim yang menjadi setoran modal di Perusda Kelistrikan Kaltim sebesar sedikitnya Rp. 98 miliar. PLTU mangkrak, listrik tak dapat, uang rakyat Kaltim lenyap. Kasus korupsi Dahlan Iskan bersama Rizal Effendi dan Zainal Mutaqien di PLTU Embalut Kaltim ini sudah ditangani Kejaksaaan Tinggi Kaltim sejak 2008 tapi urung menyeret Dahlan cs sebagai tersangka karena tiba – tiba Dahlan ditunjuk SBY sebagai Dirut PT. PLN (Persero). Kasus ini juga sudah dilaporkan ke KPK tapi belum diambilalih KPK dengan alasan Kejati Kaltim masih menangani kasus korupsi itu.

Hanya butuh waktu kurang dari 2 tahun bagi Dahlan Iskan untuk menghabiskan uang negara Rp. 37 triliun di luar subsidi APBN yang sudah ditetapkan pemerintah dan DPR. Dengan menggunakan modus kampanye target 1 juta pelanggan baru PLN, Dahlan selaku dirut PLN melakukan berbagai jenis korupsi di PLN antara lain : kolusi dan suap dengan Sunarto PT. Sakti Mas Mulia, kontraktor yang ditunjuk langsung oleh Dahlan sebagai pelaksana proyek di 4 PLTU milik PLN (PLTU Waai Ambon, Ende dan Kupang NTT, serta PLTU di NTB). Akibat kolusi dan korupsi Dahlan Iskan bersama PT. Sakti Mas Mulia, keempat PLTU itu macet dan tidak kunjung selesai sampai hari ini. PLN dan negara merugi sekitar US$ 42 juta atau Rp. 450 miliar.

Bagi Dahlan Iskan kemacetan dan tertundanya operasional PLTU – PLTU PLN adalah berkah besar. Dahlan bersama William Tello alias Muhammad Amin terpidana 2 tahun penjara akibat korupsi pengadaaan genset NAD Aceh tahun 2007, berkolusi melakukan proyek pengadaan sewa genset / PLTD untuk PLN. Sedikitnya negara dirugikan Rp. 700 miliar dari KKN mereka ini.

Di PLTU Embalut, Dahlan juga merugikan negara dengan memaksa PLN memasok batubara stok milik PLN untuk kebutuhan bahan bakar PLTU miliknya itu. Sedang batubara hasil tambang milik dahlan ternyata yang tidak memenuhi klasifikasi PLTU nya itu dia ekapor ke Malaysia.

Proyek – proyek pengadaan di PLN selama Dahlan Iskan menjabat Dirut PT. PLN (Persero) dikuasai oleh kroni – kroninya. KKN Dahlan Iskan saat jadi Dirut PLN itulah yang menyebabkan negara rugi Rp. 37 Triliun sebagaimana temuan audit BPK RI.

image image

Untuk korupsi Dahlan Iskan merugikan negara Rp. 37 triliun di PLN sudah dilaporkan ke KPK dan Bareskrim Polri.

imageimage

Demikian juga ketika Dahlan menjabat sebagai menteri BUMN, Dahlan Iskan melakukan KKN besar – besaran melalui kaki tangannya seperti Budi Rahman Hakim, Solihin Hidayat, ferry, Margiono, Amal Alghozali, Faisal, Don Mardono, Ismet H Putro, dan eks petinggi Jawa Pos Grup. Selain minta proyek BUMN, minta suap untuk jadi bisa jadi direksi di BUMN, paksa BUMN – BUMN pasang iklan ratusan miliar di Jawa Pos Grup, Dahlan juga merugikan negara dengan memaksa Kerja Sama Operasi 40 Sumur Migas PT. Pertamina EP dengan PT. Geo Cepu Indonesia. Direktur CCI Gunawan Hadiputro adalah eks anak buahnya di PT. Petrogas Jatim Utama (PJU) yang pernah merampok aset BUMD Jatim bersama – sama Dahlan.

Akibat KKN Dahlan Iskan di Kementerian BUMN terutama di Pertamina EP, negara dirugikan Rp. 49 triliun dalam 20 tahun ke depan.

image image

Luar biasa korupsi Dahlan Iskan yang ditutupinya dengan strategi pencitraan hebat di media – media terutama Jawa Pos Grup dan buku – buku biografinya yang 90% isinya adalah dusta. Penipuan publik.

Apakah SBY juga akan tertipu dan dikhianati pada akhirnya oleh Dahlan Iskan ? Apakah rakyat Indonesia belum juga mau belajar pengalaman pahit Eric Samola, Gubernnur dan Rakyat Jawa Timur dan Kalimantan Timur ? Apakah tidak cukup Jatim, Kaltim, PLN dan BUMN – BUMN yang dikorupsi Dahlan Iskan ?

Apa motif Presiden SBY melindungi Dahlan Iskan dari proses hukum dan malah mengundangnya ikut dalam konvensi Partai Demokrat ? Apa janji seorang Dahlan iskan kepada Presiden SBY ?

Dunia ini sesungguhnya bisa memenuhi semua kebutuhan manusia kecuali satu orang manusia yang serakah !